Suatu ketika saat tak mampu lagi menterjemahkan rasa
kita duduk lama di sajadah, hanya duduk saja
dan tak terasa air mata hangat sudah membasahi pipi kita
rindu itu sudah terlampau memenuhi dada meyeruak tanpa tertampung
Sesak rasanya saat yang kita rindu tak pernah mau tau
Sejak itu dengan teganya hati terus mencoba membohongi
Mengabaikan rasa, berpura-pura menjauh namun mendo'akan
Memilih yang kita cinta berbahagia dengan pilihannya
mungkin itulah hal yang terbaik yang bisa kita lakukan
Rindu itu..
tak berbilang ia tertumpah di sajadah
mungkin malaikat merasa enggan,
tapi kuyakin Tuhan iba
hanya menungu waktu, apakah rasa itu menjadi nyata
atau berganti dengan bahagia lain yang tiada terduga
Rindu itu..
tak berbilang menggema dilangit sepertiga malam
menemui Tuhan, bersimpuh air mata yang tak iba keluar tanpa harap
memenuhi dengan ketenangan
Rindu itu..
Tak berbilang banyaknya, menggetarkan
dan sajadah addalah tempat yang paling baik
untuk mengatakannya, meski bibir tak berucap
namun hati dengan lancarnya bercerita pada pencipta-Nya
saat itu... Rindu itu adalah buah ketulusan
kuharap rindu itu tak menyakitimu, padamu yang memeliki hati.
Baturaja, 19 Juni 2018
Rindu teramat sangat, dan kupilih lirih berdo'a agar kamu berbahagia
Rindu Berat
Reviewed by Ica Dorami
on
June 19, 2018
Rating:

No comments: